My Idea BMC Part 2
EXECUTIVE SUMMARY IDEA BUSINESS
1.1 Deskripsi Konsep Bisnis
Time Laundry adalah bisnis yang bergerak di
bidang jasa laundry. Pemilihan bisnis tersebut karena laundry merupakan
kebutuhan bagi hampir semua orang, karena orang akan selalu mencuci bajunya
yang kotor tiap hari dan orang cukup malas untuk mencuci bajunya sendiri. Hal
yang penting bagi konsumen laundry adalah lokasi yang mudah dijangkau. Time
Laundry memilih tempat yang cukup strategis, karena berada di dekat tempat
tinggal Apartemen,kost-kostan mahasiswa dan karyawan yang menjadi
target pasarnya.
Target pasar yang akan dituju adalah penghuni Apartemen, kost-kostan, perumahan sekitar dan siapapun yang membutuhkan jasa laundry untuk membantu mengurangi pekerjaan rumah, tugas mahasiswa dan lainnya karena kesibukan yang dimiliki oleh mereka. Pembeda dari laundry kiloan ini adalah ketepatan waktu yang menjadi hal penting bagi Time Laundry, harga yang terjangkau, proses pencucian dipisah dengan konsumen lain (tidak dicampur), dan memberikan pilihan pewangi pakaian. Time Laundry menggunakan cara menyebarkan brosur di daerah area sekitar dan melakukan penyebaran informasi melalui word of mouth kepada warga sekitar dan para mahasiswa di sekitar tempat kost mereka.
1.2 Deskripsi Bisnis
Bisnis ini akan dibuat dengan nama Time Laundry.
Filosofi dari Time Laundry tidak terlepas dari kata Time yang diterjemahkan
dalam Bahasa Indonesia sebagai Waktu. Pengambilan nama tersebut dikarenakan
Time Laundry ingin menonjolkan prioritas ketepatan waktu, yang menjadi inti
dalam bisnis ini. Sedangkan Laundry hanyalah sebuah nama yang menandakan jenis
usaha yang akan dijalankan. Logo yang akan digunakan dapat dilihat dibawah ini:
Arti tiap komponen dari logo tersebut adalah:
- Time Laundry adalah nama dari usaha yang
akan di jalankan
- Serve better .merupakan slogan dari Time
Laundry, yang mana Time Laundry sangat mengutamakan pelayanan yang baik untuk
pelanggannya
- Lambang yang di ambil adalah jam pasir, lambang
tersebut menunjukan waktu yang telah ditentukan terus berjalan dan akan segera
berakhir. Lambang tersebut merupakan komitmen Time Laundry dalam ketepatan
pengerjaan
- Warna dominan adalah warna biru, yang artinya menandakan kedamaian, ketenangan dan kebenaran.
Bentuk kepemilikkan dari usaha Time Laundry adalah kepemilikkan tunggal, yang hanya dimiliki oleh pemilik, tanpa orang lain sebagai investor. Bisnis ini sudah memiliki perizinan dari pemerintah.
Visi dari Time Laundry adalah:
Menjadi salah satu jasa laundry kelas menengah ke bawah terbaik di Indonesia dalam aspek penjualan dan kepuasan konsumen melalui hasil pengerjaan dan pelayanan dari seluruh karyawan yang kompeten.
Misi dari Time Laundry adalah:
- Selalu memberikan hasil terbaik kepada pelanggan
- Meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan
secara terus menerus - Menjadikan kepuasan pelanggan sebagai tolak ukur
keberhasilan.
- Menjadikan seluruh pelanggan Time Laundry menjadi bagian terpenting dari bisnis ini
Tujuan
- Memberikan kualitas yang terbaik bagi pelanggan dan
memastikan kepuasan pelanggan
- Time Laundry bertekad untuk selalu memberikan
pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan dengan memperhatikan dan
memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan para pelanggan.
Analisis Pembahasan
Namun dalam pelaksanaanya sehari-hari, perlu ada beberapa aspek yang harus dievaluasi berdasarkan hasil analisis SWOT dari usaha jasa Laundry, berikut adalah analisis pembahasan dari hasil penelitian yang telah dilakukan :
a. Customer Segments
Segmen pelanggan dari Laundry adalah penghuni di apartemen Casablanca East Residences dan sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, melihat lokasi dari Usaha Laundry yang cukup strategis yaitu terletak di daerah yang cukup padat penduduk, sehingga apabila Usaha Laundry hanya berfokus kepada penghuni apartemen sebagai target pasarnya, terdapat kelemahan yang harus diperhatikan yaitu opportunity lost yang cukup tinggi bagi Usaha Laundry.
Dengan melihat lokasi dari Usaha Laundry yang cukup strategis, dapat menciptakan peluang-peluang konsumen yang baru, seperti menambah fokus segmen pasar yang tidak hanya kepada penghuni apartemen melainkan juga kepada warga disekitar yang tinggal di kawasan apartemen. Tetapi ancaman juga datang dari pesaing yaitu usaha jasa penatu sejenis lain yang ada di kawasan apartemen yang juga memperebutkan konsumen utama dari Usaha Laundry. Berdasarkan hal tersebut maka sebaiknya usaha jasa Laundry melakukan pemasaran yang lebih intens, degan memanfaatkan media sosial sebagai salah satu alat bantu untuk pemasaran yang lebih efektif dan efisien bagi Usaha Laundry untuk dapat bersaing dengan para pesaingnya.
b. Value Propositions
Berdasarkan dari teori business model canvas pada bab 2, Usaha Laundry telah memenuhi sebagian besar elemen-elemen yang ada dalam menciptakan value propositions, diantaranya adalah:
Ø Newness, elemen ini berarti suatu nilai yang belum pernah ada sebelumnya, usaha jasa Usaha Laundry menyediakan beberapa inovasi baru yang unik dalam memberikan pelayanan penatu. Dengan menggunakan detergen yang merupakan racikan dari Laundry sendiri yang menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan hasil cuci yang lebih bersih serta menggunakan packaging yang berbeda dengan para pesaingnya, yaitu dengan menggunakan plastik yang khusus yang langsung bisa dibawa tanpa harus menggunakan plastik tambahan.
Ø Performance, elemen ini terlihat dari pelayanan yang telah ditingkatkan oleh owner Laundry yang buka dari pukul delapan pagi hingga 10 malam dengan adanya karyawan yang selalu siap memberikan pelayanan kepada konsumen. Selain itu komitmen dari owner laundry pada proses penyelesaian laundry yang juga cepat kurang lebih satu sampai tiga hari dan terdapat jaminan apabila lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan cucian dianggap gratis
Ø Costumization, pada elemen ini Time Laundry memberikan pilihan jenis layanan yang spesifik yang ditawarkan kepada konsumen, seperti layanan cuci komplit (cuci dan setrika), hanya cuci, hanya setrika, cuci satuan (bed cover), cuci express (1 hari selesai), cuci super express (enam jam selesai), paket bulanan 25kg, paket bulanan 50kg, paket bulanan 75kg dan dry clean yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan dari konsumen owner Laundry.
Ø Price, untuk elemen ini strategi dari harga yang dipilih oleh Time Laundry relatif cukup murah, yaitu untuk cuci komplit Rp. 8.000,00 per kg, hanya cuci Rp. 5.500,00 per kg, hanya setrika Rp.4.500,00 per kg, cuci express Rp.10.000,00 per kg, cuci super express Rp. 14.000,00 per kg, cuci satuan dengan rata-rata harga Rp. 10.000,00 sampai dengan Rp. 20.000,00 (tergantung jenis pakaian atau cucian), paket bulanan 25kg Rp.150.000,00, paket bulanan 50kg Rp.280.000,00 dan paket bulanan 75kg Rp.400.000,00.
Ø Risk Reduction, elemen ini ditunjukan dengan adanya jaminan dari Time Laundry apabila terjadi keterlambatan proses penyelesaian cuci dengan memberikan jaminan cucian gratis, lalu Time Laundry juga bertanggung jawab penuh apabila terjadi kehilangan, kerusakan, dan pakaian yang tertukar selama proses penyelesaian cucian. Selain itu pemilik Time Laundry baik itu ibu Anisa dan mas Abhirama rutin untuk melakukan pengawasan kegiatan operasional di owner Laundry.
Ø Accesibility, merupakan kemudahan bagi konsumen untuk mengakses atau menjangkau usaha jasa Time Laundry. Outlet owner Laundry terletak di lokasi yang strategi yaitu di apartemen Casablanca East Residences tepatnya beralamat di Jl. Pahlawan Revolusi No.2, Pd. Bambu, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Ø Getting The Job Done, Menciptakan nilai-nilai bagi pelanggan dengan cara membantu dan memberikan kemudahan kepada pelanggan yaitu dengan membantu pelanggan untuk penyelesaian proses mencuci pakaian, bedcover, dll di apartemen Casablanca East Residences yang terdapat aturan berupa larangan untuk mencuci dan menjemur pakaian sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen.
Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, kekuatan dari usaha jasa Time Laundry adalah menggunakan bahan detergen yang ramah lingkungan, lokasi yang cukup strategis, dan waktu penyelesaian yang cepat. Sedangkan untuk kelemahan dari Time Laundry adalah kualitas pelayanan yang belum stabil, Time Laundry namanya masih belum banyak dikenal oleh konsumen khusus nya pada segmen pasar yang lebih luas seperti masyarakat umum dikawasan apartemen.
c. Channels
Dalam menyampaikan nilai-nilai kepada konsumen, Time Laundry menggunakan saluran berupa menyebarkan brosur kepada pelanggan, yaitu dengan cara menyebarkan brosur ke tiap kamar-kamar di apartemen dan memberikan brosur kepada para penghuni yang melewati outlet Time Laundry.
Peluang yang dimiliki Time Laundry adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai media saluran yang baru untuk menyampaikan nilai-nilai yang ditawarkan kepada konsumen dengan cara yang jauh lebih ekonomis, efektif dan efisien seperti membuat Official Account di Line, Instagram, dan Facebook. owner Laundry juga memiliki peluang untuk memberikan brosur kepada warga yang tinggal disekitar apartemen sehingga namanya akan lebih dikenal secara luas oleh konsumen, selain itu Time Laundry juga memiliki peluang untuk mengikuti event seperti UMKM Fair agar nama Time Laundry semakin dikenal oleh konsumen.
d. Customer Relationships
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan mencari pelanggan yang baru Time Laundry memberikan brosur kepada para penghuni di apartemen Casablanca East Residences, brosur tersebut disebarkan dengan cara diberikan secara langsung kepada penghuni apartemen yang melewati outlet Time Laundry dan diberikan ke setiap kamar yang ada di apartemen Casablanca East Residences. Sedangkan untuk mencapai tujuan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan lama agar tetap loyal yaitu dengan memberikan promosi berupa cuci 5 kali gratis satu kg selain itu owner Laundry juga akan meminta kritikan berupa evaluasi dari pelanggan mengenai kualitas pelayanan yang diberikan Time Laundry.
Peluang dalam meningkatkan hubungan yang baik dengan pelanggan diantaranya adalah menawarkan fitur membership kepada pelanggan dengan memberikan potongan harga untuk jenis layanan cuci tertentu apabila menjadi member sehingga pelanggan akan menjadi lebih loyal khususnya untuk mencapai tujuan customer retention. owner Laundry juga dapat menyediakan kotak saran sehingga saran yang diterima dapat dengan baik digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan apabila dibandingkan meminta evaluasi secara langsung atau lisan kepada konsumen, dan konsumen juga akan merasa saran dan kritik yang telah mereka berikan akan lebih dihargai dengan adanya kotak saran.
e. Revenue Streams
Aliran pendapatan yang diperoleh oleh Time Laundry adalah dari pelayanan jasa seperti cuci satuan, cuci kiloan (cuci setrika, hanya cuci, hanya setrika, cuci express dan cuci super express), paket bulanan (25kg, 50kg, 75kg) dan dry clean. Sehingga aliran pendapatan Time Laundry hanya bergantung kepada transaksi dari pelayanan jenis-jenis cuci tersebut yang dipilih oleh pelanggan dari owner Laundry sesuai dengan kebutuhannya. Kelemahan Time Laundry dalam segi pemasukan adalah pendapatan yang hanya mengandalkan jenis-jenis layanan cuci tersebut sehingga apabila ketika pelanggan yang datang sedikit maka pendapatan Time Laundry akan menurun.
Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, terdapat beberapa cara yang dapat meningkatkan aliran pendapatan dari Time Laundry. Diantaranya yaitu dengan menambah jenis layanan cuci seperti layanan cuci boneka, cuci karpet, cuci sofa dan cuci sepatu. Selain itu Time Laundry juga dapat mencari sponsor untuk berkerjasama dari perusahaan produsen detergen, mesin cuci, softener dll yang berkaitan dengan jasa penatu untuk beriklan pada Time Laundry. Dengan demikian Time Laundry tidak lagi harus mengandalkan pendapatan yang hanya diperoleh dari transaksi dengan pelanggan.
f. Key Resources
Menurut Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (Osterwalder & Pigneur, 2012) key resources dibagi menjadi empat macam yang terdiri dari aset fisik, intelektual, finansial dan sumber daya manusia guna untuk menciptakan nilai-nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Pada Time Laundry aset fisik yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional bisnis yaitu empat buah mesin cuci, dua buah mesin pengering, dua buah setrika uap dan dua buah timbangan. Lalu peralatan kecil seperti detergen, softener, plastik packaging dan parfum pakaian. Selain itu outlet Time Laundry juga sudah dilengkapi dengan kamera CCTV yang digunakan untuk keperluan keamanan dan pengawasan karyawan yang bekerja pada Time Laundry.
Untuk aset intelektual yang dimiliki oleh Time Laundry yaitu inovasi penggunaan detergen yang ramah lingkungan untuk mendukung kebijakan pemerintah go green atau peduli lingkungan. Sedangkan untuk aset sumber daya manusia Time Laundry baru hanya memiliki 2 orang karyawan disebabkan Time Laundry termasuk usaha jasa yang masih baru yaitu berdiri pada bulan Juni 2016. Untuk aset finansial, menurut keterangan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik Time Laundry Ibu Anisa Khoiriyah modal awal berasal dari dana pribadi keluarga.
Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, kekuatan yang dimiliki Time Laundry dibandingkan pesaing adalah memiliki aset intelektual dari inovasi penggunaan detergen yang ramah lingkungan yang mengasilkan cucian yang lebih bersih wangi dan aman limbah pembuanganya untuk lingkungan serta parfum pakaian khusus yang banyak disukai oleh pelanggan
g. Key Activities
Aktivitas utama dari Time Laundry adalah mencuci pakaian sesuai dengan standard operating procedure (SOP), mengeringkan pakaian, menyeterika pakain dan packaging pakaian yang sudah bersih dan siap untuk diambil kembali oleh pelanggan. Sedangkan akitivitas pemecahan masalah yang dilakukan oleh Time Laundry adalah membuat jaminan apabila ada pakaian atau cucian yang rusak atau hilang pada saat sedang dalam proses pencucian di Time Laundry dengan mengganti pakaian atau cucian yang hilang atau rusak tersebut 100% sesuai dengan jenis pakaian atau cucian yang hilang atau rusak. Sedangkan aktivitas promosi pada Time Laundry hanya dilakukan dengan cara menyebarkan selembaran brosur kepada para penghuni apartemen yang melewati outlet Time Laundry dan ke setiap kamar-kamar yang ada pada apartemen.
Sedangkan kelemahan Time Laundry adalah aktivitas promosi yang hanya mengandalkan sebar selembaran brosur yang diberikan kepada penghuni dari apartemen. Peluang yang dimiliki oleh Time Laundry dari segi key activites adalah memanfaatkan media sosial untuk aktivitas promosi yang baru bagi owner Laundry, dengan adanya tata kelola media sosial owner Laundry harus menunjuk orang yang menangani bidang IT yaitu karyawan khusus sebagai admin media sosial yang akan mengelola semua interaksi akun mulai dari promosi, mendesain gambar produk, memberikan informasi terbaru, menanggapi komentar pelanggan, pertanyaan dan keluhan pelanggan, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan sistem informasi pada Time Laundry.
h. Key Partnerships
Pasokan perlengkapan mencuci seperti softener, bahan membuat detergen, dan parfum pakaian Time Laundry supplier utamanya adalah Juragan Pengering. Selain itu untuk jenis layanan cuci karpet Time Laundry memilih Takari Laundry sebagai mitra bisnisnya, hal ini disebabkan karena Time Laundry belum mampu dan belum memiliki sumber daya yang memadai untuk jenis layanan cuci karpet. Kerja sama yang dilakukan oleh Time Laundry berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik owner Laundry bentuk kerjasama Time Laundry dengan mitra bisnisnya adalah kerja sama yang tidak menggunakan kontrak bisnis apapun. Kelemahan dari segi key partners owner Laundry adalah belum adanya mitra bisnis yang dapat membantu Time Laundry dalam memperkenalkan dan mempromosikan Time Laundry kepada masyarakat luas, sehingga berdasarkan dari hasil analisis indikator key partners disarankan untuk mencari mitra bisnis yang dapat membantu Time Laundry dalam meningkatkan pemasaran dan jumlah pelanggan dari Time Laundry.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan media cetak ataupun media online, media online bisa dilakukan dengan cara beriklan disitus internet seperti pada website resmi Asosiasi Laundry Indonesia untuk memperkenalkan Time Laundry kepada masyarakat luas. Selain itu dapat juga menjalin mitra bisnis dengan media offline seperti memasang iklan di koran ataupun majalah yang berkaitan dengan bisnis laundry. Cara lain yang dapat dilakukan adalah bergabung dengan Asosiasi Pengusaha Laundry Indonesia (APLINDO) untuk menambah wawasan dibidang bisnis penatu dan menambah relasi mitra bisnis baru bagi Time Laundry, dan yang terakhir adalah berkerjasama dengan sesama UMKM dengan cara membuat kontrak bisnis dengan pemasok bahan baku utama seperti Juragan Pengering dengan tujuan mendapatkan harga yang lebih murah dan kualitas bahan baku yang terjamin demi menjaga kualitas layanan yang diberikan Time Laundry kepada pelanggan.
i. Cost Structure
Biaya yang dikeluarkan oleh Time Laundry dalam mengoperasikan model bisnisnya diantaranya adalah untuk biaya gaji karyawan yang berjumlah dua orang, biaya bahan baku seperti bahan untuk membuat detergen, softener, parfum pakaian, plastik packaging dll. Lalu Time Laundry juga harus membayar biaya listrik, air, gas yang dibayar setiap bulan. Selain itu Time Laundry juga harus membayar biaya sewa tempat yang dibayar kepihak manajemen apartemen Casablanca East Residences setiap satu tahun sewa. Kelemahan dari struktur biaya Time Laundry berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik Time Laundry adalah penggunaan biaya yang masih belum efisien khususnya pada biaya gaji karyawan. Struktur biaya dalam Time Laundry termasuk kedalam jenis cost driven karena Time Laundry lebih fokus untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada elemen lain dengan pendekatan business model canvas, Time Laundry perlu merubah struktur biayanya kedalam jenis value driven agar nilai dan kualitas layanan bagi pelanggan dapat tercapai secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah mesin cuci dan mesin pengering agar tidak terjadi penumpukan pakaian atau cucian kotor yang belum dicuci dan dikeringkan, lalu Time Laundry dapat menyewa tempat yang lebih luas agar daya tampung pakaian maupun cucian menjadi lebih luas



Komentar
Posting Komentar